Sebelum membeli equipment, kapasitas produksi commercial kitchen perlu mengikuti kebutuhan bisnis. Kesalahan dalam menghitung kapasitas dapat membuat kitchen kekurangan kemampuan produksi atau justru memiliki equipment dengan kapasitas terlalu besar.
Karena itu, owner dan purchasing perlu menghitung kebutuhan produksi sejak tahap perencanaan.
1. Tentukan Target Produksi
Mulai dengan menghitung jumlah porsi yang harus bisnis hasilkan dalam satu hari. Misalnya, restoran menargetkan 500 porsi per hari.
Namun, jangan berhenti pada angka harian. Perhatikan juga jam sibuk. Jika 40% pesanan muncul dalam tiga jam makan siang, kitchen harus mampu menangani sekitar 200 porsi dalam periode tersebut.
Angka ini menjadi dasar untuk menentukan kapasitas produksi commercial kitchen.
2. Hitung Waktu Produksi
Setiap menu membutuhkan waktu produksi yang berbeda. Menu fried food, grilled food, bakery, dan makanan berkuah memiliki proses yang tidak sama.
Misalnya, satu fryer mampu menghasilkan 20 porsi dalam 10 menit. Jika target produksi mencapai 120 porsi per jam, tim perlu menghitung berapa unit fryer yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
Perhitungan ini membantu owner memilih equipment berdasarkan kebutuhan nyata.
3. Sesuaikan dengan Menu
Menu menentukan jenis equipment dan kapasitas yang bisnis perlukan.
Bisnis bakery membutuhkan oven dan mixer dengan kapasitas berbeda dari restoran yang fokus pada menu grill. Sementara itu, catering dengan volume besar mungkin membutuhkan rice steamer atau cooking equipment dengan kapasitas lebih tinggi.
Karena itu, susun daftar menu sebelum menentukan equipment.
4. Perhitungkan Peak Hour
Kitchen tidak bekerja dengan volume yang sama sepanjang hari. Jam makan biasanya menghasilkan lonjakan pesanan.
Owner perlu menghitung peak hour agar kitchen tetap mampu memenuhi permintaan tanpa menciptakan antrean produksi.
5. Jangan Lupakan Storage dan Workflow
Kapasitas produksi bukan hanya soal cooking equipment. Storage, preparation area, working table, washing area, dan jalur distribusi juga harus mampu mengikuti volume produksi.
Workflow yang efisien membantu tim memindahkan bahan dan produk dengan lebih cepat.
Kesimpulan
Menghitung kapasitas produksi commercial kitchen membutuhkan lebih dari sekadar menghitung jumlah porsi. Owner perlu melihat target produksi, waktu proses, menu, peak hour, equipment, storage, dan workflow secara keseluruhan.
Perhitungan yang tepat membantu bisnis memilih fasilitas kitchen sesuai kebutuhan dan menghindari investasi yang tidak diperlukan.
👉 Belum yakin berapa kapasitas kitchen yang Anda butuhkan? Konsultasikan bersama Guataka.
