Teknologi Kemasan Aktif dalam Peningkatan Mutu Pangan

Jika Anda membeli sepatu atau produk makanan tertentu secara online, Anda mungkin akan menjumpai bungkusan silica gel yang berwarna putih. Silica gel adalah salah satu bentuk teknologi kemasan aktif yang berfungsi untuk memperpanjang masa ketahanan suatu produk.

Tapi, apa itu kemasan teknologi aktif? Kemasan aktif (active packaging) merupakan sebuah kemasan yang memiliki desain khusus untuk menjaga produk dari kondisi luar kemasan yang berpengaruh buruk. Simak artikel berikut untuk mengetahui lebih lanjut tentang teknologi kemasan yang satu ini.

Teknologi Kemasan Aktif

Kemasan aktif merupakan teknologi mutakhir yang secara aktif dapat menurunkan kadar oksigen, merubah RH dan menurunkan kadar etilen. Sehingga mampu menjaga kesegaran produk lebih baik.

Selain kemasan aktif, ada juga kemasan cerdas. Lalu, apakah perbedaan kemasan aktif dan cerdas? Kemasan cerdas (smart/ intelligent packaging) memiliki indikator yang menunjukkan tingkat

kesegaran atau umur simpan produk. Sehingga konsumen tahu kapan sebaiknya mengonsumsi produk tersebut.

Kemasan aktif merupakan teknologi mutakhir yang secara aktif dapat menurunkan kadar oksigen, merubah RH dan menurunkan kadar etilen. Sehingga mampu menjaga kesegaran produk lebih baik.

Selain kemasan aktif, ada juga kemasan cerdas. Lalu, apakah perbedaan kemasan aktif dan cerdas? Kemasan cerdas (smart/ intelligent packaging) memiliki indikator yang menunjukkan tingkat

kesegaran atau umur simpan produk. Sehingga konsumen tahu kapan sebaiknya mengonsumsi produk tersebut.

Jenis-jenis Kemasan Aktif

Saat ini sudah banyak sekali jenis teknologi kemasan aktif yang digunakan produsen untuk memperpanjang umur produknya. Ada apa saja jenis active packaging? Berikut penjelasannya.

1. Oxygen Scavenging/ Absorber

Kandungan oksigen di dalam makanan akan memengaruhi umur makanan tersebut. Bagaimana prinsip kerja oxygen scavenging sehingga disebut sebagai kemasan aktif? Oxygen scavenging atau penyerap oksigen terbuat dari serbuk besi, oksidasi dari asam askorbat, atau oksidasi enzimatis glukosa.

2. Moisture Absorber

Penyerap cairan memiliki cara kerja yang baik untuk menjaga kelembaban -produk dengan kadar air tinggi, seperti daging. Karena pertumbuhan mikroba akan lebih cepat jika ada di tempat yang lembab. Salah satu contoh penyerap cairan yang sering Anda temui adalah silica gel.

3. Pelepas Karbon Dioksida (Carbon Dioxide Emitter)

Untuk produk unggas dan daging, karbondioksida berperan penting dalam menekan pertumbuhan mikroba pada kemasan. Untuk itu, perlu pelepas karbondioksida yang secara aktif dapat meningkatkan kadar karbondioksida dalam kemasan

4. Self-Heating Packaging

Untuk produk unggas dan daging, karbondioksida berperan penting dalam menekan pertumbuhan mikroba pada kemasan. Untuk itu, perlu pelepas karbondioksida yang secara aktif dapat meningkatkan kadar karbondioksida dalam kemasan