15 Jenis Keju Favorit di Kenal Dalam Kuliner dan Pastry

Siapa yang tidak suka dengan keju? tentunya sebagian besar suka .

Karena cara membuat keju juga tergolong mudah, hanya perlu memisahkan zat padat susu melalui suatu proses pengentalan.

Produk olahan susu ini memiliki cita rasa khas dan mampu menggugah selera makan.

Keju-keju ini tentunya juga memiliki ragam jenisnya sendiri agar bisa digunakan sesuai kebutuhan dan keinginan.

Jenis Keju Berdasarkan Tingkat Kepadatan Terdiri dari

Keju lunak (soft cheese), memiliki kandungan air di atas 50%, contohnya: keju cottage cheese, quark, cream cheese, camembert, feta, neufchatel, dan mozzarella.

Keju semi lunak (semi-soft cheese), memiliki kandungan air air antara 40 s.d 50%, contohnya: keju roquefort, limberger, st. paulin, dan munster.

Keju keras (hard cheese), memiliki kandungan air antara 35 s.d 40%, contohnya: keju cheddar, edam, gouda, emmental, dan gruyere.

Keju sangat keras (very hard cheese), memiliki kandungan air maksimum 35%, contohnya: keju parmesan, romano, grana, dan asiago.

Keju whey (air pisahan keju), merupakan keju yang dihasilkan dari pemanasan “whey” sehingga diperoleh butiran-butiran dari sisa-sisa protein yang tertinggal pada whey tersebut. Yang masuk dalam golongan ini: Ricotta, Brunjos.

Pruduk Guataka Jenis Keju Favorit

Jenis-jenis keju berdasarkan proses pembuatan dan pematangannya, terdiri atas:

Keju alami (natural cheese), merupakan semua jenis keju yang diolah dengan cara menggumpalkan susu untuk selanjutnya dimatangkan atau tanpa dimatangkan untuk dikonsumsi dalam keadaan segar.

Keju olahan (processed cheese), merupakan jenis keju yang dibuat dalam 2 tahapan, yakni proses pertama membentuk keju natural dan proses kedua diolah lagi dengan penambahan bahan-bahan tertentu seperti tepung (starch), emulsifier, pewarna, pengawet tambahan, lemak nabati, air, perasa makanan, anti jamur, anti bakteri, dan lain-lain. Contoh keju olahan yang lazim ditemukan di pasaran adalah: keju cheddar olahan.

Dalam dunia kuliner (masakan) dan pastry (kue), penggunaan jenis keju tergantung pada jenis makanan yang diolah. Variasi tingkat kekenyalan pada struktur keju serta aneka rasa yang dimiliki oleh masing-masing keju, mengharuskan para chef untuk memilih jenis keju yang sesuai, sehingga dapat memperlezat makanan yang mereka buat.

Olahan makanan berbahan keju sering menggunakan jenis keju yang berbeda-beda. Perbedaan bisa dari tekstur, bentuk, hingga rasanya. Nah, untuk itu RoomMe rangkum beberapa jenis keju di dunia yang mungkin salah satunya favorit kalian.

Seperti yang dijelaskan , sebenarnya ada banyak macam jenis keju di seluruh dunia.

Namun yang paling populer dan paling sering digunakan untuk pelengkap makanan dan kue adalah sebagai berikut.

Jenis Keju dari Seluruh Dunia

  1. Cheddar

jenis keju Cheddar bisa dikatakan salah satu jenis keju yang paling banyak dan mudah ditemukan di pasaran. Jenis keju yang satu ini berasal dari Inggris. Keju cheddar biasanya berbahan dasar olahan susu sapi.

Walaupun keju cheddar berasal dari Inggris, tetapi keju cheddar tidak mempunyai hak paten. Maka dari itu, keju cheddar dapat diolah dan diproduksi oleh negara-negara lain.

Keju cheddar bisa digunakan untuk berbagai masakan. Sedangkan di Indonesia sendiri, keju cheddar sering digunakan untuk membuat kue kering keju, bolu, brownies, pisang bakar hingga roti bakar.

 

  1. Mozzarella

Mozzarella merupakan salah satu jenis keju yang berasal dari Italia dan paling banyak digemari bagi pencinta makanan. Keju mozzarella memiliki tekstur yang lebih lembut daripada keju cheddar.

Keju mozzarella banyak sering digunakan untuk makanan Italia seperti pasta dan pizza. Bisa juga dikreasikan dengan berbagai macam menu lainnya seperti ayam atau nasi.

Teksturnya yang meleleh ketika dipanaskan ditambah efek mulur yang dihasilkan akan menjadi alasan mengapa banyak orang yang menyukai keju mozzarella.

  1. Parmesan

Keju ini dari Italia yang sangat terkenal, apalagi kalau bukan parmesan. Karena Keju ini bertekstur agak keras. Lama pembuatan keju ini cukup memakan waktu yang lama yaitu sekitar tiga sampai dengan 12 bulan.

Parmesan cocok digunakan sebagai taburan pada berbagai menu pasta. Biasanya keju parmesan banyak dijual dalam bentuk bubuk dan harganya lebih mahal dari keju mozzarella.

Keju parmesan biasanya digunakan untuk pasta, pizza atau sup dengan menghasilkan aroma keju yang kuat serta nikmat.

  1. Keju Edam

Keju yang berasal dari Belanda ini memiliki lapisan lilin berwarna merah pada pengemasannya. Karena itu, di Indonesia keju edam juga dikenal dengan nama “keju apel”.

Keju edam memiliki tekstur tidak selembut mozzarella namun tidak sekeras cheddar. Keju edam juga tidak terlalu asin dan tidak begitu memiliki aroma yang kuat. Biasanya, keju edam digunakan sebagai campuran kue kering seperti kue keju, kue nastar, atau sagu keju.

  1. Keju Emmental

Emmenthal, atau Emmenthaler adalah keju dari Swiss yang dibuat dengan susu sapi mentah dan memiliki banyak lubang atau mata yang berukuran besar. Keju ini dikenal sebagai “keju Swiss” di Amerika Utara walaupun keju Swiss tidak selalu merujuk kepada Emmental.

   Animasi Tom and Jerry di TV pasti sering melihat keju yang memiliki lubang di sekelilingnya. Nah, keju tersebut adalah keju emmental.

  1. Keju Cotija

Cotija adalah produk keju bergaya Hispanic yang namanya berasal dari nama kota Cotija di negara bagian Michoacan, Meksiko. Keju ini memiliki struktur yang keras dan rapuh, terbuat dari susu sapi. Saat keju dibuat, warnanya putih dengan rasa asin yang kuat mirip seperti keju feta. Namun setelah lama disimpan, struktur keju cotija akan semakin keras dan rapuh seperti keju Parmigiano-Reggiano.

Kemiripan karakternya dengan jenis keju Parmesan telah membuatnya diberi julukan “Parmesan Meksiko”. Secara tradisional, keju Cotija dibuat dari susu mentah yang disimpan 3 sampai 12 bulan. Para produsen komersial biasanya menambahkan enzim tertentu untuk mempercepat proses pematangan. Dengan rasa yang cukup asin dan struktur keju yang keras, cotija sering dimanfaatkan untuk melengkapi sajian salad, sup, casserole, dan taco. Di Amerika Serikat, keju cotija cukup populer untuk melezatkan hidangan pasta.

  1. Keju Bocconcini

Bocconcini dalam bahasa Italia berarti “little bites” atau gigitan kecil, merupakan keju Mozzarella seukuran telur yang berasal dari Naples, dan kebanyak terbuat dari campuran susu kerbau dan sapi. Keju Bocconcini merupakan keju jenis semi lembut yang berwarna putih dan bertekstur lembut kenyal.

Karena aromanya menyegarkan dengan tekstur yang elastis, keju ini di Italia sering diaplikasikan pada salad, dibungkus dalam prosciutto, atau dipakai dalam hidangan bayam yang dikenal dengan nama Bocconcini Sorentina. Rasa keju Bocconcini akan terasa makin mantap pada makanan jika dinikmati bersama anggur putih (white wine), seperti Savignon Blanc dan Merlot.

  1. Keju Cottage

Keju cottage memiliki rasa ringan dan merupakan produk keju dadih yang berwarna putih. Dadih dikeringkan tapi tidak dipress, sehingga beberapa whey tetap dan mempertahankan kelembabannya. Dadih umumnya dicuci untuk menghilangkan keasaman dan meninggalkan rasa manis.

Hal ini dibuat dari berbagai jenis susu dengan kadar lemak yang berbeda. Istilah ‘cottage cheese’ diyakini berasal karena keju ini umumnya dibuat di cottage dari susu yang tersisa, setelah membuat mentega. Keju cottage dapat langsung dimakan, untuk dicampur dengan buah-buahan, roti panggang atau bahkan digunakan dalam salad.

Keju Cottage banyak dibuat di negara Inggris dan Amerika Serikat, serta ada juga jenis keju Cottage Australia. Dengan tekstur yang lembut dan rapuh, keju ini mengandung 4,3 gr lemak dalam 100 gr, dan 68 mg kalsium dalam 100 gr.

  1. Fresh Ricotta

Ricotta adalah keju segar Italia yang dibuat dari susu domba, sapi, kambing atau whey susu kerbau yang tersisa dari produksi keju. Karena kasein disaring jauh dari whey selama proses pembuatan keju, Ricotta cocok untuk orang dengan intoleransi kasein. Dengan kandungan rendah lemak dan tinggi protein, Ricotta adalah keju terbaik untuk anda yang sedang diet obesitas. Fresh ricotta tradisional Italia memiliki tekstur yang lebih licin dari keju cottage dan rasanya agak manis.

Ricotta merupakan bahan yang populer di banyak masakan Italia seperti lasagna, manicotti, cassata, cheesecake, calzone, pizza, dan ravioli dan dips. Jenis keju ini juga cocok sebagai pengental saus.

Fresh Ricotta merupakan perpaduan sempura dengan Sauvignon Blanc. Ada tiga varietas yang berbeda dari ricotta: ricotta salata moliterna (susu whey domba betina), ricotta piemontese (whey susu sapi + 10% susu) dan ricotta romana (produk sampingan dari produksi keju Romano). Keju Ricotta dari Fine Italian Foods pernah meraih medali perak pada 2014 dalam World Cheese Awards..

  1. Keju Robiola Bosina

Berasal dari Langhe, daerah perbukitan di wilayah Piedmont – Italia utara, Robiola Bosina merupakan produk keju yang terbuat dari susu sapi dan susu domba. Daerah Piedmont ini juga menyediakan beberapa anggur populer seperti Barolo, Barbaresco dan Asti.

Dinamakan dari nama kota kecil ‘Bosnia’, keju Robiola Bosina menawarkan campuran sempurna dan krim dari sapi dan susu domba betina. Tersedia dalam berbagai bentuk, dengan pasta halus dan lembut serta rasa yang seimbang.

Rasa keju yang halus dan harmonis ini diproduksi tanpa menambahkan bahan pengawet atau aditif buatan. Keju robiola bosina ini memiliki kulit elastis yang melindungi tekstur bagian dalamnya. Robiola Bosina menawarkan sensasi tekstur yang halus, manis dan susu pasta dan hal ini akan menyenangkan jika dicicipi dengan berbagai anggur (wine) seperti Merlot, Sauvignon Blanc, dan lainnya.

  1. Keju Mascarpone

Mascarpone adalah jenis keju Italia yang banyak diproduksi di wilayah Lombardy. Keju ini dibuat dari susu krim kental dengan asam sitrat atau asam asetat. Keju lembut ini memiliki kandungan lemak yang sangat tinggi mulai dari 60% sampai 75%. Hasil kandungan lemak yang kaya tersebut menjadikan keju

Mascarpone ini sebagai unsur penting dalam beberapa resep Italia seperti Tiramisu dan Cheesecake. Tekstur Mascarpone merupakan keju halus, lembut hingga agak keras seperti mentega, tergantung pada bagaimana proses pembuatannya. Mascarpone digunakan dalam hidangan manis dan gurih, serta sering ditambahkan untuk meningkatkan rasa hidangan tanpa berlebihan rasa asli.

Keju mascarpone mampu membangkitkan nilai selera pada ikan asin, mustard dan rempah-rempah, atau dicampur dengan coklat atau kopi. Tiramisu, hidangan berlapis dengan espresso, brandy, dan coklat adalah paduan tepat bagi keju Mascarpone. Campuran terbaik sebagai krim pencuci mulut yang ditambahkan pada buah-buahan atau sirup.

       12 . Keju Pecorino Romano

Pecorino adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan keju Italia yang dibuat dari susu 100% domba. Namun, pembuat keju di Amerika sering memakai bahan dari susu sapi. Dari empat jenis keju Pecorino yang telah menerima sertifikat Protected Designation of Origin (PDO) di bawah hukum Uni Eropa, keju Pecorino Romano adalah salah satu jenis keju yang paling tua serta yang paling populer di luar Italia. Sesuai undang-undang, produksi Pecorino Romano hanya diperbolehkan di pulau Sardinia, Lazio dan di Tuscan Tuscany.

Sesuai dengan namanya, sejarah keju Pecorino Romano telah populer sejak zaman Romawi yang kala itu merupakan bagian dari makanan pokok tentara kerajaan. Para ilmuwan dan sastrawan di zaman kerajaan Romawi, seperti Varro, Pliny the Elder, Hippocrates dan Columella telah mengulas tentang keju ini dan teknik produksinya.

Proses waktu mematangkan keju ini sekitar 8 sampai 12 bulan yang akan menghasilkan tekstur kering dan granular serta rasa yang kuat. Pecorino Romano adalah salah satu jenis keju yang paling banyak digunakan, sebagai alternatif yang lebih tajam untuk keju Parmesan. Karena tekstur keras dan tajam serta rasa yang cukup asin, keju Pecorino Romano adalah paduan yang tepat untuk isi pasta, roti dan kue casserole.

  1. Keju Taleggio

Keju dari Italia ini merupakan salah satu keju dengan tekstur lunak tertua yang masih diproduksi tiap musim dingin dan gugur. Selama proses pembuatan, keju disimpan di rak-rak kayu di ruangan tertutup yang seperti gua. Oleh karena itu, namanya diambil dari nama gua Val Taelggio. Dalam rangka untuk mencegah jamur kutu, keju dicuci dengan air laut seminggu sekali.

Perlu waktu 7-10 minggu hingga keju yang beraroma kuat ini mencapai kematangan yang sempurna. Keju ini telah diberikan sertifikat PDO dan mengandung 48% lemak. Keju Taleggio memiliki bau yang kuat, tetapi rasa yang relatif ringan.

Untuk membuatnya lebih cerah dan moderat, pabrik menambahkan rempah-rempah, kismis, kacang-kacangan dan beberapa sari lemon. Ketika diparut pada salad seperti radicchio dan rucola, rasanya seperti sebuah keajaiban, dan juga mencair. Taleggio dapat disajikan dengan anggur Nebbiolo Italia, dan juga berbagai jenis anggur merah dan putih.

  1. Keju Asiago

Asiago, adalah jenis keju susu sapi, hanya diproduksi di dataran tinggi Asiago di kaki bukit Veneto di Italia. Tradisi pembuatan keju di provinsi Vicenza dan Trento telah berlangsung lebih dari seribu tahun. Secara tradisional, keju ini dibuat dari susu domba, tapi hari ini umum dihasilkan dari susu sapi yang tidak dipasteurisasi. Tekstur keju Asiago tidak begitu menetap dan terus berubah seiring lama penyimpanannya.

Ada dua jenis keju Asiago, yakni Asiago segar (Asiago Pressato) yang memiliki tekstur halus, dan Asiago matang (Asiago d’allevo) yang memiliki tekstur gembur. Jenis Asiago d’allevo pun berbeda, bergantung lama waktu matangnya, yakni varian Mezzano selama 4-6 bulan, varian Vecchio selama lebih dari sepuluh bulan dan varian Stravecchio selama dua tahun. Di sisi lain, Asiago Pressato dibuat dengan susu matang selama satu bulan dan dijual segar sebagai keju lembut dan ringan. Keju Asiago dapat digunakan untuk parutan, peleburan, diiris pada berbagai salad, sandwich, sup, pasta, dan saus.

  1. Keju Provolone

Provolone adalah keju Italia yang dibuat dari susu sapi dan daerah asalnya banyak diproduksi di Italia selatan, kawasan Provolone, terutama di Lombardy dan Veneto. Kedua daerah tersebut diberikan hak sertifikat DOP oleh Uni Eropa, sehingga memastikan keju yang diproduksi di bawah pengawasan ketat menggunakan metode khusus untuk menjamin kualitas tertinggi.

Keju provolone juga diklasifikasikan ke dalam dua varian, yakni provolone Dolce, yang berusia selama 2-3 bulan, memiliki warna putih kekuningan pucat dengan rasa manis. Varian yang lain adalah Provolone Piccante berusia lebih dari empat bulan dan memiliki rasa yang lebih tajam.

Di Amerika Selatan, keju yang sama dengan nama provoleta dimakan dengan daging panggang. Di Amerika, Provolone dihasilkan mirip dengan keju varian Dolce. Rasa Provolone sebagian besar bervariasi tergantung di mana itu dibuat. Sebagian besar, keju ini berkarakter semi-keras dan terbuat dari susu sapi.

Provolone mengandung jumlah tinggi kalsium dan protein, tetapi di sisi lain, itu juga tinggi natrium. Kalori yang dihasilkan dari keju ini 10 kali lebih sedikit dibandingkan keju Swiss, namun kandungan sodiummnya lebih banyak 180 mg. Keju ini cocok disantap bersama minuman anggur merah. Di meja makan, keju Provolone bisa disajikan dengan chutneys panas, roti buatan sendiri dan roti tawar.


Klik Kirim Pesan
Hello. Dengan GUATAKA,
Ada yang bisa dibantu kak?